Cara Merawat Bebek Peking

Cara perawatan bebek peking yang baik sangat penting pada keberhasilan usaha peternakan bebek. Pengetahuan tentang cara merawat bebek peking tidak semua peternak dapat melakukannya dengan baik. Merawat bebek mulai dari usia DOD sampai dewasa mempunyai teknik dan gaya tersendiri.

Perawatan ternak bebek peking dapat dibagi menjadi 3 yaitu mulai dari fase starter, fase pertumbuhan dan fase layer / bertelur. Kita lihat satu persatu dibawah ini:

Perawatan Anak Bebek Peking (Starter)

Perawatan dimulai ketika itik Peking berumur 1 hari sampai umur 60 hari. Pada masa ini anak Itik dipelihara dalam kandang khusus memakai pemanas / induk buatan karena pada umur 1 – 14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum tumbuh bulu merata di seluruh tubuh. Untuk pakan anak bebek diberi makan khusus yaitu pakan anak mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal dengan makanan “Starter”.

Kandang boleh dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang Box. Kalau kandang Box gunakan pada umur 1 – 14 hari sedangkan dari umur 15 – 60 hari gunakan kandang postal karena anak bebek sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini sekitar 10 – 15 ekor / m2

Setelah umur 14 hari anak Itik Peking tersebut sudah mampu menahan hawa dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan  pemanas. Penempatan dikandang bisa dipelihara sampai umur 60 hari untuk pemeliharaan pembibitan, selanjutnya setelah umur 60 hari bebek dipindah ke kandang masa pertumbuhan (Grower).

Kalau untuk membuat bebek potong sama besar dimulai juga dari umur 0.

Perawatan Ternak Bebek Peking Masa Pertumbuhan (Grower)

Periode perawatan Bebek Peking pada masa pertumbuhan perlu memperhatikan bebek yang dipelihara, karena pada masa ini sedang memelihara Itik Peking betina yang nantinya sebagai pengganti bibit dan Bebek Peking pejantan pengganti.

Untuk bibit pengganti dipilih yang punyai keunggulan, baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 (1 Jantan 4 betina). Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari, sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 – 8 ekor/m2.

Pemeliharaan Perawatan Bebek Peking Masa Bertelur (Bertelur)

Bebek Peking berumur 5 bulan atau lebih baik bebek jantan maupun betina dapat dikatakan sebagai Itik Layer karena pada masa ini fisik Itik sudah bersiap-siap memproduksi telur. Masa bertelur mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan, tetapi secara umum masa mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.

Bebek ini ditempatkan pada kandang khusus yaitu kandang Itik dewasa. Kadang Itik dewasa dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau lapangan tempat bermain. Kadang juga dilengkapi dengan kolam atau saluran air yang berfungsi untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari. Perbandingan jantan dengan betina 1 : 4 (1 jantan 4 betina).

Demikian cara memelihara dan perawatan Bebek Peking mulai dari anak sampai bebek siap bertelur atau dipotong untuk pedaging.

(sumber: budidayausaha.blogspot.com)

Budidaya Bebek Peking Sangat Menjanjikan

Bebek Peking adalah bebek dengan pertumbuhan sangat cepat. Karena itu usaha budidaya ternak bebek peking ini sangat prospektif. Kebutuhan akan daging bebek pada pengusaha kuliner sangat besar. Ciri khas bebek peking adalah warna bulu putih mirip entok atau mentok.

Analisa usaha budidaya bebek peking:

1. Pertumbuhan bebek peking sangat cepat, lebih cepat dari pertumbuhan ayam. Jika bebek peking sudah berumur satu bulan, bobot mencapai 1,5 kg dan akan dua kali lipat jika umur sudah 2 bulan. Sebagai perbandingan, Jika berat ayam potong dengan umur yang sama hanya sekitar 1kg sampai 2 kg saja.

2. Bebek peking lebih tahan dari serangan penyakit di banding unggas lain.

3. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk ternak bebek peking sangat sederhana, baik dari kandang maupun alat-alat lain. Bahkan bebek peking dapat hidup di alam terbuka dengan penutup seadanya.

4. Makanan bebek peking dapat dicarikan di sekitar rumah, misal di area persawahan. Seperti cacing, ikan kecil dari sungai dan jenis tumbuhan lain seperti jenis kangkung dan lain-lain.

5. Bebek atau itik sangat suka bergerombol sehingga sangat mudah untuk digembala.

6. Bebek peking dan unggas air lain tidak mempunyai sifat kanibal atau tidak suka berkelahi beda dengan ayam.

7. Selain daging dan telur, bulu bebek juga bisa menjadi penghasilan tambahan.

8. Telur bebek lebih berharga dengan hitungan perbutir sedangkan telur ayam di hitung satuan kg.

9. Bebek harganya lebih stabil terutama telur dibanding dengan ayam.

Inilah beberapa faktor pertimbangan mengapa memilih usaha budidaya bebek peking sebagai bebek potong atau pedaging. Kalau untuk bebek petelur yang di utamakan adalah telur, usaha ini juga sangat menjanjikan.

(sumber: budidayausaha.blogspot.com)

Kisah Sukses Beternak Bebek

Tidak salah jika Edy Santosa memilih nama Sumber Urip yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai sumber kehidupan. Sumber Urip adalah nama kelompok usaha peternak bebek di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kini, Sumber Urip menjadi sumber pendapatan bagi keluarganya.

Pada  2009, Edy hanya memiliki 100 ekor bebek bantuan dari PT Berau Coal. Saat itu, perusahaan tambang batu bara terbesar di Kabupaten Berau tersebut hanya membagikan 600 ekor bebek kepada enam orang.

Berkat ketekunan dan kemauannya yang kuat, 100 ekor bebek itu kini berkembang menjadi 6.000 ekor. Karena usahanya itu, kini Edy memiliki dua buah rumah dan satu unit mobil mewah.

Namun semua itu tidak didapatnya dengan mudah. Butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya usaha ternak bebek itu bisa menjadi sumber penghidupan utamanya.

“Awalnya saya hanya ingin coba-coba, tapi karena melihat peluang pasarnya cukup bagus, saya mulai serius menggarap bisnis ini,” kata Edy.

Kebutuhan daging bebek di Kabupaten Berau, menurut Edy mencapai 7.000 ekor per bulan, sementara peternak lokal hanya mampu memenuhi kebutuhan itu 20%.

Untuk menghemat biaya produksi, Edy bahkan rela memungut sampah sisa pedagang di pasar.

“Dulu, saya mengais-ngais sayuran bekas, ikan-ikan dan tahu yang dibuang di pasar untuk makanan bebek, sebenarnya tidak susah member makan bebek karena bisa makan apa saja,” terang Edy.

Sampah organik itu lalu direbus untuk memastikan tidak ada kuman yang menyerang bebeknya. Sayuran dan ikan itu merupakan makanan yang penting bagi bebek untuk meningkatkan konsentrat sehingga bebek bisa cepat besar.

Namun Edy tidak pelit berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang usaha jenis unggas ini. Karena itu Edy kerap diminta untuk memberikan pelatihan bagi mereka yang berminat membuka usaha ternak bebek.

Belum lama ini, Edy membagikan 1.000 ekor bibit bebek, bibit itu dibagikan kepada warga yang berminat membuka usaha ternak bebek. “Itu untuk memancing masyarakat agar bisa membuka usahanya sendiri,” ungkapnya.

Tidak hanya membagikan bibit bebek, Edy juga memberikan pelatihan bagaimana beternak bebek. Edy pun tidak sepeser pun meminta imbalan kepada mereka yang menerima bibit-bibit tersebut. Bahkan Edy tidak pernah meminta bibit tersebut dikembalikan jika kelak mereka sukses.

“Tidak harus dikembalikan ke saya, kalau sudah berhasil digulirkan lagi ke tetangga mereka atau warga yang berminat usaha bebek, karena orientasi saya bukan untuk keuntungan semata tapi saya berharap bisa memberdayakan orang lain,” tambahnya.

Ternak bebek bisa memberikan penghasilan berlipat-lipat, pasalnya bukan hanya produk dagingnya saja yang laku dijual, telur bebek juga sangat diminati pasar. Karena itu, Edy bersama warga sekitar juga mengembangkan usaha dengan menjual telur segar, telur asin dan pembibitan bebek.

Tak cukup dengan modal nekat, membuka usaha jenis ini juga perlu pengetahuan, paling tidak mengetahui kebutuhan pasar. “Kebutuhan pasar kita survey yang utama itu telur segar, karena kebutuhan pasar telur segar cepat terjual, sisanya untuk telur asin dan pembibitan,” paparnya.

Dia pun memberikan gambaran keuntungan jika seseorang beternak bebek di Kabupaten Berau. “Peternak bebek bisa mendapat keuntungan bersih Rp15.000 per ekornya,” jelas Edy. Jika memiliki 1.000 ekor saja, seorang peternak bisa meraup keuntungan Rp15 juta per bulan.

Kini usaha ternak Edy terus berkembang, bahkan dirinya juga memasok kebutuhan daging dan telur bebek ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Berkat kegigihannya itu, Edy mendapat penghargaan dari Gubernur Kaltim sebagai kelompok peternak terbaik ke II tingkat provinsi. Prestasinya bukan hanya itu. Edy juga meraih penghargaan di tingkat nasional dari Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan.

(sumber: berbagikisah.com)

 

Jenis-jenis penyakit pada Bebek

Pada umumnya penyakit bebek dibedakan menjadi dua yaitu;

ternak bebek

  1. Penyakit yang diakibatkan oleh mikroorganisme contohnya virus, bakteri dan protozoa.
  2. Penyakit yang diakibatkan oleh defisiensi zat makanan serta tata letak perkandangan yang kurang sesuai.

Penyakit yang sering ditemukan di peternakan bebek petelur dan pedaging, di antaranya:

  • Penyakit Duck Cholera

Diakibatkan oleh jenis bakteri Pasteurela avicida
Gejala serangan: mencret, tinja kuning kehijauan, lumpuh

Cara pengendalian: perbaikan sanitasi pada kandang, pengobatan melalui suntikan penisilin di bagian urat daging dada yang disesuaikan dengan dosis label obat.

  • Penyakit Salmonellosis

Diakibatkan oleh bakteri typhimurium
Gejala serangan: pernafasan pada bebek sesak, kadang-kadang mencret

Cara pengendalian: lakukan sanitasi yang baik, pengobatan menggunakan furazolidone melalui pakan bebek dengan konsentrasi 0,04% atau memakai sulfadimidin yang dicampur dengan air minum, dosisnya disesuaikan.

(sumber:sipendik.com)

Peraturan Pemerintah Dalam Usaha Peternakan

Perlu dipahami dibidang usaha ternak, dalam peraturan pemerintah telah diatur tentang skala budidaya ternak. Peraturan pemerintah yang mengatur tentang skala usaha budidaya ternak yang diwajibkan izin, adalah keputusan menteri pertanian yang dikeluarkan dengan nomor 404/kpts/OT.210/6/2002.

Berikut aturan skala ternak wajib izin:

  • Ayam ras pedaging dengan kapasitas lebih dari 15.000 ekor/ siklus
  • Ayam ras petelur lebih dari 10.000 ekor ayam produktif
  • Itik, angsa atau entok lebih dari15.000 ekor
  • Ayam kalkun lebih dari 10.000 ekor
  • Burung puyuh lebih dari 25.000 ekor
  • Burung dara lebih dari 25.000 ekor
  • Kambing /domba lebih dari 300 ekor
  • Sapi potong lebih dari 100 ekor
  • Kerbau lebih dari 75 ekor
  • Sapi perah lebih dari 20 ekor
  • Kuda lebih dari 50 ekor
  • Rusa lebih dari 300 ekor

Jadi jika kita ingin membuka usaha budidaya ternak bebek atau itik yang kapasitasnya kurang dari 15.000 ekor, maka skala usaha kita dikategorikan usaha yang tidak wajib izin, namun berbeda daerah bisa saja berbeda Perda yang diberlakukan.

(Sumber: selyafgan.blogspot.com)

Panduan Memulai Beternak Itik Petelur

ternak-itik-petelur-usahaternak

Sarana & Kandang

Secara umum, kandang yang baik bagi itik harus memenuhi beberapa syarat berikut :

1. Suhu di dalam kandang tidak boleh lebih dari 40 derajat celcius dan tidak kurang dari 35 derajat celcius.
2. Kandang boleh lembab asal tidak melebihi toleransi sebanyak 60%.
3. Penerangan memadai di tiap sudut kandang sehingga memudahkan kita dalam menata ulang kandang sewaktu – waktu.
4. Manajemen bahan yang efektif. Tidak harus mahal namun dapat dibuat dengan bahan murah yang dapat dipergunakan dalam waktu lam.
5. Kebutuhan seperti tempat makan dan minum dipersiapkan sedini mungkin.

Pembibitan 

Pembibitan merupakan kunci sukses dalam ternak bebek petelur. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan bibit yang benar – benar unggul dan terbukti kualitasnya. Harga mahal itu relatif. Sesuaikan dengan kualitas. Karena jika bibit yang anda gunakan hanya berkualitas biasa, maka hasilnya juga tidak akan memuaskan. Carilah bibit tetas dari peternak terpercaya. Dalam mendapatkan bibit itik, ada beberapa cara yang dapat kita tempuh, diantaranya yaitu :

1. Membeli dan memelihara indukan itik yang unggul dan telur tetasnya kita taruh di sarang ayam atau mentok sehingga diperoleh bibit yang kita inginkan.
2. Mencari indukan unggul yang terjamin dan kita beli telur tetasnya
3. Membeli bakalan atau starter itik berusia 1 hari hingga 1 setengah bulan (DOD).

Konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada yang lebih ahli. Jika perlu minta rekomendasi peternak yang memiliki DOD yang bagus.Yaitu tidak cacat dan berwarna kuning cerah yang mengkilap.

Perawatan bibit

Setelah kita dapatkan bibit itik petelur tersebut. Kita masuk pada fase selanjutnya dalam hal pembibitan, yaitu bagaimana merawat bibit itik tersebut sehingga dapat menjadi seperti apa yang kita inginkan. Contohnya, setelah kita mendapatkan bakalan starter DOD yang unggul, kita wajib segera menangani nya, bibit itu harus segera kita masukkan ke dalam kandang indukan yang sudah kita bahas diatas.

Jagalah dan pastikan temperatur suhu dapat mencapai sudut kandang, agar semua bibit tersebut mendapatkan perawatan secara merata. Maksimal 1 meter persegi box atau kotak dapat menampung 50 ekor bibit. berikan pakan yang sesuai dengan usia itik, jika masih starter atau bakalan, maka berikan banyak vitamin dan mineral ke dalam air nya. Gunanya menjaga ketahanan itik dari hama dan penyakit yang disebabkan oleh stress.

Perawatan calon induk itik

Setelah kita melalui proses perawatan bibit, ada baiknya kita segera menentukan kemana nantinya calon induk itik petelur akan dipasarkan, dan dalam bentuk apa. Ada dua jenis telur itik yang nantinya akan mempengaruhi proses produksi. Yang pertama yaitu calon induk itik untuk telur konsumsi, dan yang kedua adalah induk itik untuk telur tetasan.

Dalam memproduksi telur tetasan, hal yang wajib kita sediakan adalah pejantan, umumnya satu pejantan harus kita persiapkan untuk 6 ekor itik betina. Untuk mendapatkan telur tetas yang subur dan terbuahi oleh pejantan, kita dapat mencapainya dengan pakan buatan maupun dengan perkawinan alami dengan itik betina. Untuk hal lainnya dalam perawatan, tidak ada hal lain yang membedakan. Oleh karena itu, sebaiknya penentuan telur itik kita lakukan sebelum calon induk layak produk.

Pemeliharaan & Pakan

Pemeliharaan adalah hal yang paling utama di atas segalanya dalam usaha budidaya itik petelur. Indukan yang bagus pun tidak akan subur dan menghasilkan jika pakan dan metode pemeliharaan yang kita terapkan itu salah. Dan sebaliknya,  indukan yang kualitasnya biasa saja dapat menghasilkan jumlah telur yang optimal jika jika kita sudah menemukan cara pemeliharaan yang baik dan benar. Ada beberapa hal yang jika kita bisa lakukan secara terprogram, maka hasil yang optimal dapat kita capai, dan resiko penyakit maupun kematian dapat diminimalisir.

1. Kita jaga kebersihan kandang, amati secara berkala, apakah kandang perlu dibersihkan atau tidak. Umumnya kandang yang kotor rawan menimbulkan bakteri dan jika masuk ke dalam tubuh itik akan timbul suatu penyakit dan mengurangi keberhasilan ternak. Selain itu biaya pengobatan itik juga dapat memotong keuntungan dari hasil produksi. Bila perlu kita sterilkan kandang dengan obat secara berkala.

2. Konsultasikan masalah dan penyakit yang timbul kepada dokter hewan dengan segera. Penanganan yang lambat akan sangat merugikan jika penyakit tersebut menular kepada itik yang lain. Bila perlu catat periode dimana penyakit mulai melanda dan perkiraan kesembuhannya.

3. Pemberian pakan wajib disesuaikan dengan fase dan usia itik petelur tersebut. Umunya terbagi menjadi tiga fase, yaitu starter, grower, dan layar. Ketiga fase tersebut dapat kita berikan pakan langsung buatan pabrik yang banyak tersedia di toko peternakan. Sesuaikan usia itik dengan fase yang tertera pada kemasan pakan. Untuk pemberian kita dapat menyesuaikan karakteristik itik tersebut berdasarkan usia, Pada usia 0 sampai 2 minggu kita berikan makanan pada wadah yang rata(tray). Diatas tdua minggu, kita dapat mulai menaburkan pakan di lantai, tetapi tetap kita berikan juga di wadah yang rata tadi.

Pada usia 3 minggu hingga satu bulan, itik sudah terbiasa dengan pakan di lantai. Usia diatas dua bulan, kita sudah bisa mulai mengenalkan pakan buatan agar itik dapat mendapat nutrisi yang baik dan mulai memproduksi telur. Biasanya berbentuk ransum yang terbuat dari berbagai macam campuran. Mengenai ransum akan kita bahas lebih mendetail di artikel selanjutnya. Setelah fase ransum berhasil, kita sudah bisa memberi makan secara ad libitum terus menerus dan disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Sedangkan air, berikan vitamin dan mineral untuk itik usia kurang dari satu minggu. Selanjutnya lewat satu minggu, kita dapat terus menerus mengisi air dan posisi air ada di pinggir kandang. Setelah itik masuk usia satu bulan, baru lah kita buat tempat minum dengan panjang 2 meter untuk 200 hingga 300 ekor itik dalam satu kandang dan diberikan secara terus menerus.

Panen & Pemasaran

Perlu diketahui, itik / bebek biasanya bertelur saat dini hari. Jadi jika kita melihat nya pada pukul 6 pagi, maka bisa dipastikan bahwa itik tidak akan bertelur lagi. Kita boleh mengeluarkan itik dari dalam kandang dan mulai memanen telur itik satu persatu. Wadah telur dapat kita buat dari keranjang yang berbentuk cekung. Jangan terlalu lama membiarkan atau menyimpan telur itik terlalu lama karena mudah busuk. Jika tidak diawetkan lebih baik langsung anda pasarkan.

Untuk pemasaran bisa dijamin saat ini tidak akan kekurangan penadah /  pengumpul. Karena selama ini kebutuhan telur itik yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan hasil produksi yang meningkat. Selain melalui penadah, kita juga bisa langsung menjualnya ke pasar atau ke rumah makan dalam bentuk telur asin. Disamping kurangnya hasil produksi, banyak para peternak itik petelur yang berhenti di tengah jalan karena putus asa melihat kurangnya produktivitas itik ternaknya. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran ekstra dan ketangkasan dalam budidaya itik.

Selamat beternak.

(Sumber: usahaternak.com)

 

Memulai Budidaya Bebek

Ternak Bebek

Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang panca usaha beternak, yaitu:
1. Perkandangan
2. Bibit Unggul
3. Pakan Ternak
4. Tata Laksana dan
5. Pemasaran Hasil Ternak.

Penyiapan Sarana dan Peralatan
• Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
• Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
• Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang

Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
1. kandang untuk anak itik (DOD) ada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
2. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
3. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
Kondisi kandang dan perlengkapannya
Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.

Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.
Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.
Perawatan bibit dan calon induk

Perawatan Bibit
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan
minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.

Perawatan calon Induk
Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

Reproduksi dan Perkawinan
Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan Preventif
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

Pengontrol Penyakit
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen.
Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
• umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
• umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
• umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

Hama dan Penyakit
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.
Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

Panen
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga.

Pasca Panen
Kegiatan pascapanen yang biasa dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk.
Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.

Pengawetan telur dengan daun jambu biji
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.

Pengawetan telur dengan minyak kelapa
Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.

Pengawetan telur dengan natrium silikat
Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat 10% selama satu bulan.

Pengawetan telur dengan garam dapur
garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

(sumber: trik-ternak-unggas.blogspot.com)

Jerami Padi, Alternatif Pakan Bebek Murah

pakan bebek

Itik pada saat ini sudah cukup populer bagi masyarakat Cilacap. Tidak hanya telurnya yang dirasa cukup lezat, kini daging itik pun sangat populer di masyarakat sebagai kuliner pilihan dengan cita rasa yang diminati banyak orang. Namun, meningkatnya permintaan telur dan daging itik belum diimbangi dengan peningkatan produksi. Adapun kendala klise yang masih terus dihadapi oleh peternak itik adalah tingginya harga pakan. Harga pakan memegang porsi 60 – 70 % dari total biaya produksi yang menjadikan usaha ini labil dan beresiko tinggi.

Salah satu upaya dalam rangka penghematan biaya produksi adalah dengan menekan biaya pakan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas. Kini peternak itik tidak perlu khawatir, karena ada cara mudah dan hemat sebagai alternatif pilihan untuk ransum ternak itik anda. Peternak itik dapat memanfaatkan jerami / sekam padi sisa panen yang pada saat ini ketersediaannya masih sangat melimpah ruah.

Dalam keadaan kering, jerami padi mengandung sedikit protein, lemak, dan pati serta mengandung serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk dapat dicerna dan dikonsumsi lezat oleh ternak, jerami padi perlu diberi perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik. Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignilitik, proteolitik, amilolitik, selulitik, lipotik, dan nitrogen non simbiotik yang dapat memfermentasikan jerami, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya.

Setelah proses fermentasi, kadar protein kasar jerami meningkat dari 4,23 % menjadi 8,14 % diikuti dengan penurunan kadar serat kasar. (Syamsu.2006) Penggunaan starter mikroba menurunkan kadar dinding sel (NDL) jerami padi dari 73,41 % menjadi 66,14 %. Dengan demikian dapat diduga bahwa selama fermentasi terjadi pemutusan ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa, sehingga selulosa dan lignin dapat terlepas dari ikatan tersebut oleh enzim lignase. Fenomena ini terlihat dengan menurunnya kandungan selulosa dan lignin jerami padi yang difermentasi. Hasil fermentasi jerami pun berbau harum, sehingga disukai ternak.

Selama ini pemanfaatan fermentasi jerami baru sebatas untuk pakan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Kini peternak itik dapat mencoba pemberian pakan tersebut untuk itik. Bapak Mahori merupakan salah satu peternak itik dari Desa Mujur Lor Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap yang telah berani mencoba inovasi pemberian pakan berupa fermentasi jerami untuk ternak itiknya. Semula ia merasa ragu untuk beternak itik, namun atas bimbingan dan dukungan dari PPL setempat semangatnya terpacu untuk mencoba hal baru tersebut. Diakuinya bahwa pertumbuhan itik yang dipeliharanya sangat baik dan tidak terganggu serta memberikan hasil yang memuaskan. Biaya pakan yang semula tinggi kini bisa ditekan 25 – 30 %

Cara Pembuatan Fermentasi Jerami

Alat dan Bahan:

– Tempat penyimpanan pakan

– Plastik/terpal

– Ember

– Jerami padi 1 ton kadar air 70% – Urea 6 Kg

– Starbio 3 – 6 Kg

Cara Pembuatan:

1. Campur urea dan starbio dalam ember

2. Jerami dihamparkan dengan ukuran panjang 2,5 lebar 1,5 m dan ketebalan 20 – 30 cm

3. Campuran urea dan starbio disebarkan di atasnya tipis-tipis secara merata

4. Buat lapisan jerami lagi di atasnya, ketebalan sama 20 – 30 cm

5. Campuran urea dan starbio disebarkan lagi di atasnya

6. Ulangi lagi sampai adonan habis

7. Tutup dengan terpal ± 3 minggu

8. Jika sudah jadi simpan di tempat penyimpanan pakan

Tanda-tanda berhasil:

1. Warna kecoklatan

2. Jika dipegang remah

3. Bau harum caramel

Biaya pembuatan fermentasi jerami:

1 Ton jerami oleh 2 OHK = 60.000

6 Kg urea = 30.000

3 – 6 Kg starbio = 60.000

Rp 150.000

Fermentasi jerami digunakan sebagai pengurang porsi dedak atau bahan lain seperti nasi aking dan jagung. Penggunaan bahan tersebut dapat ditekan hingga 50%. Fermentasi jerami dapat diberikan untuk itik dara (umur 3 – 20 minggu) dan itik dewasa (umur >21 minggu). Pemberian pakan 3X sehari yaitu pagi, siang, dan malam setelah petang. Untuk anak itik (umur 0 – 3 minggu) pakan masih berupa konsentrat.

Alternatif Ransum itik

Alt Ransum biasa di masyarakat Ransum dg ferm. jerami

1 Dedak 3 bagian

Konsentrat 1 bagian Dedak 1,5 bagian

Ferm.jerami 1,5 bagian

Konsentrat 1 bagian 2 Dedak 2 bagian

Jagung 2 bagian Konsentrat 1 bagian Dedak 1 bagian Jagung 1 bagian

Ferm.jerami 2 bagian

Konsentrat 1 bagian

3 Dedak 2 bagian

Nasi kering 2 bagian

Konsentrat 1 bagian

Dedak 1 bagian

Nasi kering 1 bagian

Ferm.jerami 2 bagian

Konsentrat 1 bagian

Perbandingan harga ransum biasa dengan fermentasi jerami (contoh untuk itik dewasa jumlah 10 Kg/100 ekor/hari)

Pakan alternatif biasa:

– Dedak 4 Kg Rp 10.000

– Nasi Kering 4 Kg Rp 10.000

– Konsentrat 2 Kg Rp 14.000 Rp 34.000

Pakan alternatif dengan fermentasi jerami:

– Dedak 2 Kg Rp 5.000

– Nasi Kering 2 Kg Rp 5.000

– Ferm. Jerami 4 Kg Rp 600

– Konsentrat 2 Kg Rp 14.000 Rp 24.600

Dapat dilihat bahwa kebutuhan biaya untuk pakan dengan menggunakan fermentasi jerami menjadi lebih murah dari pada ransum alternatif yang biasa. Biaya pakan bisa ditekan hingga lebih dari 30%.

ANALISIS USAHA PENGGEMUKAN ITIK 500 EKOR (Umur 0 – 60 HARI)

Komponen Jumlah Satuan (Rp) Nilai (Rp)

Investasi

Kandang (buah) 2 350.000 700.000

Tempat Pakan (buah) 10 20.000 200.000

Tempat minum (buah) 10 10.000 100.000

Total investasi 1.000.000

Penyusutan kandang dan alat (10%) 100.000

Biaya Usaha Biaya tetap Sewa tanah (m²) 50 2000 100.000

Pembelian DOD 500 7000 3.500.000

Penyusutan kandang dan alat 10% 1 100.000 100.000

Total biaya tetap 3.700.000

Biaya Variabel Pakan per hari/ekor 60hr 190/ekor 5.700.000

Obat dan Vitamin (bulan) 2 50.000 100.000

Air, listrik (bulan) 2 10.000 20.000

Tenaga orang kerja 1 300.000 300.000

Total biaya variabel 6.120.000

Total Biaya 9.820.000

Penjualan itikdewasa 480 27.000 12.960.000

Keuntungan 3.140.000

Sumber : Peternak itik Kroya

Dari hasil analisa usaha tani di atas, dapat dilihat bahwa usaha pembesaran itik dengan memanfaatkan pakan dari fermentasi jerami dapat menjadi peluang usaha untuk menambah income keluarga. Terlebih apabila tempat dan tenaga kerja dilakukan sendiri maka keuntungan akan lebih tinggi.. Peran penyuluh dalam pelaksanaan usaha sangatlah dibutuhkan para peternak, yaitu dalam pengawalan teknologi di lapangan. Oleh karena itu kami sebagai penyuluh selalu siap memandu.

(sumber: epetani.deptan.go.id)

Budidaya Bebek Hibrida Menguntungkan

Bebek-Hibrida-1

Pusing mikirin masa pensiun akan tiba? Jangan kuatir, memulailah berpikir untuk beternak seperti yang sudah dibuktikan Fajar Santoso. Pensiunan PNS ini punya resep sukses beternak bebek hibrida. Hasilnya, ia sukses meraup puluhan juta rupiah perbulannya.

Lelaki asal desa Penambangan kecamatan Balongbendo Sidoarjo tersebut tiap harinya mengaku bisa memotong 500 hingga 750 ekor Bebek Hibrida dengan keuntungan perharinya Rp 14 Juta rupiah. Jadi bisa dibayangkan penghasilan mantan lurah ini tiap bulannya.

Fajar Santoso mulai mengenal bebek hibrida yang sangat fenomenal ini sejak tahun 2010. bebek hibrida yang merupakan persilangan antara bebek betina lokal atau bisa disebut Bebek Tiktok dan bebek Peking jantan yang berkualitas. Dan menghasilkan bebek hibrida yang memiliki ciri khas yakni lebih berbobot beratnya.

Jika bebek Hibrida umur 45 hari beratnya bisa mencapai 1,6 Kg. Jika bebek biasa dalam waktu yang bersamaan beratnya hanya 1,2 Kg sehingga dapat dipanen dalam waktu yang lebih singkat.

Ternyata beternak bebek hibrida cukup mudah, hanya memanfaatkan lahan kosong belakang rumah dengan dibuat sekat-sekat untuk membedakan usia bebek yang siap dipanen dan bebek yang masih muda.

Untuk perawatannya juga gampang, agar unggas tidak kena mudah diserang penyakit, kandang harus diseterilkan dengan gamping (kapur). Sedangkan untuk pakannya pun sederhana, bisa dibelikan produk pabrikan atau membuat pakan sendiri, misalnya Dedak, Bekatul, Ampas Tahu dan Enceng gondok.

Keunggulan lain Bebek Hibrida adalah selain penghasil daging juga dapat dibudidayakan sebagai penghasil telur yang jumlah produksinya mengalahkan produksi telur lokal. Selama ini bebek yang dijadikan bebek bebek pedaging biasanya adalah bebek petelur yang yang sudah afkir atau bebek angonan Jawa yang umur pemeliharaannya lebih lama.

Sehingga dari kualitas daging memang sangat jauh dari yang diharapkan. Dengan kehadiran bebek hibrida sebagai bebek pedaging adalah salah satu jawaban kebutuhan masyarakat akan daging bebek.

Keunggulan lainnya, bebek hibrida ini selain dagingnya yang lebih banyak, juga berkualitas. Dari sisi keempukannya mendekati daging ayam kampung. serta bau daging tidak terasa amis.

Kini, Fajar Santoso memperkerjakan 25 pekerja yang berasal dari warga desa setempat. Ia juga sudah mampu mengembalikan modal usaha sekitar 50 juta hanya dalam satu tahun saja.

Sementara itu menurut kepala bidang peternakan dan kehewanan, Dinas P3 kabupaten Sidoarjo, dokter Bambang Erwanto, Selain bandeng, Sidoarjo juga terkenal sebagai penghasil bebek. Hal ini tak lain karena para peternak sukses dalam mengembangkan budidaya bebek hibrida dengan kualitas unggul serta bisa terhindar dari penyakit unggas.

Serangan Flu Burung yang terjadi di beberapa daerah Jatim membuat peternak unggas kelabakan. Bahkan ada yang sampai gulung tikar. Namun di kabupaten Sidoarjo para peternak unggas tetap eksis, bahkan bisa dibilang kewalahan menerima pesanan daging Bebek potong setelah daerah lainnya terkena virus H5N1.

Sekilas Bebek Hibrida

Tren masyarakat untuk mengkonsumsi daging bebek terus meningkat, terutama di kota2 besar seperti Jakarta, Jogja dan Surabaya. Dengan terus meningkatnya permintaan daging bebek tersebut mendorong peternak untuk mengembangkan bisnis pembesaran bebek.

Berkembangnya bisnis pembesaran bebek mendorong pembudidaya bebek (breeder) mengembangakan strain hibrida yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan strain lokal dalam hal kecepatan dan keseragaman pertumbuhan bebek tersebut.

Pembesaran bebek hibrida memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan usaha pembesaran unggas lainnya seperti :

1. Investasi untuk kandang yang relatif lebih murah dibandingkan unggas lainnya (cukup         pagar keliling +/- 50 cm dari permukaan tanah dan atap setengah dari luas kandang)
2. Lebih tahan cuaca dan penyakit.
3. Ransum lebih mudah didapat dan relatif lebih murah
4. Masa panen relatif singkat (40 hari bisa mencapai bobot rata2 1,5kg/ekor)

(lensaindonesia.com, srejekifarm.blogspot)