Memulai Budidaya Bebek

Ternak BebekSebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang panca usaha beternak yaitu:
1. Perkandangan
2. Bibit Unggul
3. Pakan Ternak
4. Tata Laksana dan
5. Pemasaran Hasil Ternak.

Penyiapan Sarana dan Peralatan
• Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
• Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
• Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang

Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
1. kandang untuk anak itik (DOD) ada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
2. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
3. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
Kondisi kandang dan perlengkapannya
Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.

Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.
Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.
Perawatan bibit dan calon induk

Perawatan Bibit
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan
minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.

Perawatan calon Induk
Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

Reproduksi dan Perkawinan
Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan Preventif
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

Pengontrol Penyakit
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen.
Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
• umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
• umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
• umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

Hama dan Penyakit
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.
Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

Panen
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga.

Pasca Panen
Kegiatan pascapanen yang biasa dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk.
Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.

Pengawetan telur dengan daun jambu biji
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.

Pengawetan telur dengan minyak kelapa
Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.

Pengawetan telur dengan natrium silikat
Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat 10% selama satu bulan.

Pengawetan telur dengan garam dapur
garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

(sumber: trik-ternak-unggas.blogspot.com)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Jerami Padi, Alternatif Pakan Bebek Murah

pakan bebekItik pada saat ini sudah cukup populer bagi masyarakat Cilacap. Tidak hanya telurnya yang dirasa cukup lezat, kini daging itik pun sangat populer di masyarakat sebagai kuliner pilihan dengan cita rasa yang diminati banyak orang. Namun, meningkatnya permintaan telur dan daging itik belum diimbangi dengan peningkatan produksi. Adapun kendala klise yang masih terus dihadapi oleh peternak itik adalah tingginya harga pakan. Harga pakan memegang porsi 60 – 70 % dari total biaya produksi yang menjadikan usaha ini labil dan beresiko tinggi.

Salah satu upaya dalam rangka penghematan biaya produksi adalah dengan menekan biaya pakan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas. Kini peternak itik tidak perlu khawatir, karena ada cara mudah dan hemat sebagai alternatif pilihan untuk ransum ternak itik anda. Peternak itik dapat memanfaatkan jerami / sekam padi sisa panen yang pada saat ini ketersediaannya masih sangat melimpah ruah.

Dalam keadaan kering, jerami padi mengandung sedikit protein, lemak, dan pati serta mengandung serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk dapat dicerna dan dikonsumsi lezat oleh ternak, jerami padi perlu diberi perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik. Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignilitik, proteolitik, amilolitik, selulitik, lipotik, dan nitrogen non simbiotik yang dapat memfermentasikan jerami, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya.

Setelah proses fermentasi, kadar protein kasar jerami meningkat dari 4,23 % menjadi 8,14 % diikuti dengan penurunan kadar serat kasar. (Syamsu.2006) Penggunaan starter mikroba menurunkan kadar dinding sel (NDL) jerami padi dari 73,41 % menjadi 66,14 %. Dengan demikian dapat diduga bahwa selama fermentasi terjadi pemutusan ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa, sehingga selulosa dan lignin dapat terlepas dari ikatan tersebut oleh enzim lignase. Fenomena ini terlihat dengan menurunnya kandungan selulosa dan lignin jerami padi yang difermentasi. Hasil fermentasi jerami pun berbau harum, sehingga disukai ternak.

Selama ini pemanfaatan fermentasi jerami baru sebatas untuk pakan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Kini peternak itik dapat mencoba pemberian pakan tersebut untuk itik. Bapak Mahori merupakan salah satu peternak itik dari Desa Mujur Lor Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap yang telah berani mencoba inovasi pemberian pakan berupa fermentasi jerami untuk ternak itiknya. Semula ia merasa ragu untuk beternak itik, namun atas bimbingan dan dukungan dari PPL setempat semangatnya terpacu untuk mencoba hal baru tersebut. Diakuinya bahwa pertumbuhan itik yang dipeliharanya sangat baik dan tidak terganggu serta memberikan hasil yang memuaskan. Biaya pakan yang semula tinggi kini bisa ditekan 25 – 30 %

Cara Pembuatan Fermentasi Jerami

Alat dan Bahan:

- Tempat penyimpanan pakan

- Plastik/terpal

- Ember

- Jerami padi 1 ton kadar air 70% – Urea 6 Kg

- Starbio 3 – 6 Kg

Cara Pembuatan:

1. Campur urea dan starbio dalam ember

2. Jerami dihamparkan dengan ukuran panjang 2,5 lebar 1,5 m dan ketebalan 20 – 30 cm

3. Campuran urea dan starbio disebarkan di atasnya tipis-tipis secara merata

4. Buat lapisan jerami lagi di atasnya, ketebalan sama 20 – 30 cm

5. Campuran urea dan starbio disebarkan lagi di atasnya

6. Ulangi lagi sampai adonan habis

7. Tutup dengan terpal ± 3 minggu

8. Jika sudah jadi simpan di tempat penyimpanan pakan

Tanda-tanda berhasil:

1. Warna kecoklatan

2. Jika dipegang remah

3. Bau harum caramel

Biaya pembuatan fermentasi jerami:

1 Ton jerami oleh 2 OHK = 60.000

6 Kg urea = 30.000

3 – 6 Kg starbio = 60.000

Rp 150.000

Fermentasi jerami digunakan sebagai pengurang porsi dedak atau bahan lain seperti nasi aking dan jagung. Penggunaan bahan tersebut dapat ditekan hingga 50%. Fermentasi jerami dapat diberikan untuk itik dara (umur 3 – 20 minggu) dan itik dewasa (umur >21 minggu). Pemberian pakan 3X sehari yaitu pagi, siang, dan malam setelah petang. Untuk anak itik (umur 0 – 3 minggu) pakan masih berupa konsentrat.

Alternatif Ransum itik

Alt Ransum biasa di masyarakat Ransum dg ferm. jerami

1 Dedak 3 bagian

Konsentrat 1 bagian Dedak 1,5 bagian

Ferm.jerami 1,5 bagian

Konsentrat 1 bagian 2 Dedak 2 bagian

Jagung 2 bagian Konsentrat 1 bagian Dedak 1 bagian Jagung 1 bagian

Ferm.jerami 2 bagian

Konsentrat 1 bagian

3 Dedak 2 bagian

Nasi kering 2 bagian

Konsentrat 1 bagian

Dedak 1 bagian

Nasi kering 1 bagian

Ferm.jerami 2 bagian

Konsentrat 1 bagian

Perbandingan harga ransum biasa dengan fermentasi jerami (contoh untuk itik dewasa jumlah 10 Kg/100 ekor/hari)

Pakan alternatif biasa:

- Dedak 4 Kg Rp 10.000

- Nasi Kering 4 Kg Rp 10.000

- Konsentrat 2 Kg Rp 14.000 Rp 34.000

Pakan alternatif dengan fermentasi jerami:

- Dedak 2 Kg Rp 5.000

- Nasi Kering 2 Kg Rp 5.000

- Ferm. Jerami 4 Kg Rp 600

- Konsentrat 2 Kg Rp 14.000 Rp 24.600

Dapat dilihat bahwa kebutuhan biaya untuk pakan dengan menggunakan fermentasi jerami menjadi lebih murah dari pada ransum alternatif yang biasa. Biaya pakan bisa ditekan hingga lebih dari 30%.

ANALISIS USAHA PENGGEMUKAN ITIK 500 EKOR (Umur 0 – 60 HARI)

Komponen Jumlah Satuan (Rp) Nilai (Rp)

Investasi

Kandang (buah) 2 350.000 700.000

Tempat Pakan (buah) 10 20.000 200.000

Tempat minum (buah) 10 10.000 100.000

Total investasi 1.000.000

Penyusutan kandang dan alat (10%) 100.000

Biaya Usaha Biaya tetap Sewa tanah (m²) 50 2000 100.000

Pembelian DOD 500 7000 3.500.000

Penyusutan kandang dan alat 10% 1 100.000 100.000

Total biaya tetap 3.700.000

Biaya Variabel Pakan per hari/ekor 60hr 190/ekor 5.700.000

Obat dan Vitamin (bulan) 2 50.000 100.000

Air, listrik (bulan) 2 10.000 20.000

Tenaga orang kerja 1 300.000 300.000

Total biaya variabel 6.120.000

Total Biaya 9.820.000

Penjualan itikdewasa 480 27.000 12.960.000

Keuntungan 3.140.000

Sumber : Peternak itik Kroya

Dari hasil analisa usaha tani di atas, dapat dilihat bahwa usaha pembesaran itik dengan memanfaatkan pakan dari fermentasi jerami dapat menjadi peluang usaha untuk menambah income keluarga. Terlebih apabila tempat dan tenaga kerja dilakukan sendiri maka keuntungan akan lebih tinggi.. Peran penyuluh dalam pelaksanaan usaha sangatlah dibutuhkan para peternak, yaitu dalam pengawalan teknologi di lapangan. Oleh karena itu kami sebagai penyuluh selalu siap memandu.

(sumber: epetani.deptan.go.id)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Budidaya Bebek Hibrida Menguntungkan

Bebek-Hibrida-1

Pusing mikirin masa pensiun akan tiba? Jangan kuatir, memulailah berpikir untuk beternak seperti yang sudah dibuktikan Fajar Santoso. Pensiunan PNS ini punya resep sukses beternak bebek hibrida. Hasilnya, ia sukses meraup puluhan juta rupiah perbulannya.

Lelaki asal desa Penambangan kecamatan Balongbendo Sidoarjo tersebut tiap harinya mengaku bisa memotong 500 hingga 750 ekor Bebek Hibrida dengan keuntungan perharinya Rp 14 Juta rupiah. Jadi bisa dibayangkan penghasilan mantan lurah ini tiap bulannya.

Fajar Santoso mulai mengenal bebek hibrida yang sangat fenomenal ini sejak tahun 2010. bebek hibrida yang merupakan persilangan antara bebek betina lokal atau bisa disebut Bebek Tiktok dan bebek Peking jantan yang berkualitas. Dan menghasilkan bebek hibrida yang memiliki ciri khas yakni lebih berbobot beratnya.

Jika bebek Hibrida umur 45 hari beratnya bisa mencapai 1,6 Kg. Jika bebek biasa dalam waktu yang bersamaan beratnya hanya 1,2 Kg sehingga dapat dipanen dalam waktu yang lebih singkat.

Ternyata beternak bebek hibrida cukup mudah, hanya memanfaatkan lahan kosong belakang rumah dengan dibuat sekat-sekat untuk membedakan usia bebek yang siap dipanen dan bebek yang masih muda.

Untuk perawatannya juga gampang, agar unggas tidak kena mudah diserang penyakit, kandang harus diseterilkan dengan gamping (kapur). Sedangkan untuk pakannya pun sederhana, bisa dibelikan produk pabrikan atau membuat pakan sendiri, misalnya Dedak, Bekatul, Ampas Tahu dan Enceng gondok.

Keunggulan lain Bebek Hibrida adalah selain penghasil daging juga dapat dibudidayakan sebagai penghasil telur yang jumlah produksinya mengalahkan produksi telur lokal. Selama ini bebek yang dijadikan bebek bebek pedaging biasanya adalah bebek petelur yang yang sudah afkir atau bebek angonan Jawa yang umur pemeliharaannya lebih lama.

Sehingga dari kualitas daging memang sangat jauh dari yang diharapkan. Dengan kehadiran bebek hibrida sebagai bebek pedaging adalah salah satu jawaban kebutuhan masyarakat akan daging bebek.

Keunggulan lainnya, bebek hibrida ini selain dagingnya yang lebih banyak, juga berkualitas. Dari sisi keempukannya mendekati daging ayam kampung. serta bau daging tidak terasa amis.

Kini, Fajar Santoso memperkerjakan 25 pekerja yang berasal dari warga desa setempat. Ia juga sudah mampu mengembalikan modal usaha sekitar 50 juta hanya dalam satu tahun saja.

Sementara itu menurut kepala bidang peternakan dan kehewanan, Dinas P3 kabupaten Sidoarjo, dokter Bambang Erwanto, Selain bandeng, Sidoarjo juga terkenal sebagai penghasil bebek. Hal ini tak lain karena para peternak sukses dalam mengembangkan budidaya bebek hibrida dengan kualitas unggul serta bisa terhindar dari penyakit unggas.

Serangan Flu Burung yang terjadi di beberapa daerah Jatim membuat peternak unggas kelabakan. Bahkan ada yang sampai gulung tikar. Namun di kabupaten Sidoarjo para peternak unggas tetap eksis, bahkan bisa dibilang kewalahan menerima pesanan daging Bebek potong setelah daerah lainnya terkena virus H5N1.

Sekilas Bebek Hibrida

Tren masyarakat untuk mengkonsumsi daging bebek terus meningkat, terutama di kota2 besar seperti Jakarta, Jogja dan Surabaya. Dengan terus meningkatnya permintaan daging bebek tersebut mendorong peternak untuk mengembangkan bisnis pembesaran bebek.

Berkembangnya bisnis pembesaran bebek mendorong pembudidaya bebek (breeder) mengembangakan strain hibrida yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan strain lokal dalam hal kecepatan dan keseragaman pertumbuhan bebek tersebut.

Pembesaran bebek hibrida memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan usaha pembesaran unggas lainnya seperti :

1. Investasi untuk kandang yang relatif lebih murah dibandingkan unggas lainnya (cukup         pagar keliling +/- 50 cm dari permukaan tanah dan atap setengah dari luas kandang)
2. Lebih tahan cuaca dan penyakit.
3. Ransum lebih mudah didapat dan relatif lebih murah
4. Masa panen relatif singkat (40 hari bisa mencapai bobot rata2 1,5kg/ekor)

(lensaindonesia.com, srejekifarm.blogspot)

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

Pakan Bebek Yang Baik dan Berkualitas

pakan bebekPemberian makanan atau pakan bebek tidak boleh sembarangan. Makanan yang baik dan berkualitas pasti akan dicerna dengan baik oleh tubuh bebek. Anda tidak bisa memberinya sembarang makanan/ pakan, meskipun kadang bebek memang makan sembarangan. Sebagai contoh, jika Anda ingin memberinya makan jagung, maka tidak boleh jagung yang sudah lama hingga berjamur karena jagung yang berjamur mengandung racun, sehingga tidak baik untuk tubuh bebek itu sendiri. Nah, agar pemberian pakan bebek tepat dan efisien sesuai yang di inginkan ada baik nya pemberian pakan kita atur. Pemberian pakan dilakukan berdasarkan fase pemeliharaan yaitu fase starter,fase grower dan fase finisher.

A. Fase starter ( 1-14 hari )

Pakan bebek starter harus memiliki kandungan nutrisi dan protein yang tinggi sesuai kebutuhan bebek anakan sehingga mempercepat pertumbuhan bebek,perkembangan system kekebalan dan saluran pencernaan. Tetapi pakan dengan kandungan energy yang tinggi akan menyebapkan timbunan lemak pada bebek sehingga pertumbuhan bebek kurang baik.

Kebutuhan Nutrisi Itik fase starter

Jenis Nutrisi Periode pertumbuhan starter ( 0 – 14 )

Protein kasar 20 – 22%

Energi Metabolis 2.900 Kkal/kg

Kalsium 0,9%

Fosfor 0,65%

Vitamin A 4.000 IU

Vitamin D 220 ICU

Vitamin K 0,4 mg

Semua kebutuhan nutrisi diatas bisa di dapat pada produk pakan pabrik seperti konsentrat untuk fase pertumbuhan.

Dalam pemberian pakan , dapat di bagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pagi hari, yakni sebanyak 40% dan tahap kedua dilakukan sore hari sebanyak 60%.

Umur (Hari ) Jumlah (gram )

7   – 13 30

14 – 20 77

21 – 27 103

28 – 34 137

35 – 41 172

42 – 48 196

49 – 55 217

56 – 60 230

Sejak umur satu hari , bebek akan mengkonsumsi pakan sebanyak 30 gram per hari. Pada perubahan jumlah pakan setiap minggu atau setiap hari peternak harus melakukan perkiraan penambahan pakan per hari agar pakan sesuai dengan standar pada minggu berikut nya, karna setiap hari itik bertambah besar, tentu nya setiap hari harus ada penambahan pakan. misal nya : penambahan pakan 6 gram per ekor per hari.

Contoh pemberian pakan per hari

NO Umur bebek (hari) Jumlah pakan per

500 ekor/hari. Pagi (40%) Sore(60% ) 1 30gram x 500ekor = 15.000 gram = 15 kg 6 kg 9kg

B. Fase grower ( umur 15 – 35 hari )

Nutrisi Pakan

Kebutuhan protein pada saa fase grower agak menurun dibandingkan dengan saat fase starter. Pada tahap ini justru kebutuhan energy cenderung lebih besar , hal ini bertujuan agar laju pertumbuhan bobot badan lebih cepat.

Kebutuhan Nutrisi Itik Fase grower.

Protein kasar 18 – 20%

Energy 2.9000 – 3.000 KKal/kg

Kalsium 0,8%

Fosfor 0,6%

Vitamin A 4.000 IU

Vitamin D 220 ICU

Vitamin K 0,4 mg

Untuk mendapatkan nutrisi di atas sudah mulai bervariasi. Salah satu , dengan memberikan pakan berupa konsentrat bebek fase grower dikombinasikan dengan pakan campuran seperti : Dedak, dedak jagung, tepung ikan, ampas tahu,onggok dan lain lain. Alternative kombinasi jenis pakan untuk menekan biaya pakan bisa di sesuaikan dengan kondisi lingkungan dan ketersediaan pakan pada lingkungan peternak setempat seperti dengan keong mas, bekicot, ampas tahu, eceng gondok dll.

Persentase Konsentrat Campuran pakan.

7   – 14 75% 25%

15 – 50% 50%

16 – 40% 60%

17 – 30% 70%

18 – 20% 80%

19 – 30 10% 90%

31 – 45 5% 95%

46 – 60 2% 100%

C. Fase Finisher ( Umur 36 – 60 hari )

Nutrisi Pakan.

Kebutuhan bebek saat fase finisher agak menurun jika dibandingkan dengan saat fase grower. Namun jumlah mineral dan vitamin cenderung lebih besar , hal ini bertujuan untuk menjaga rangka dan kesehatan bebek tetap baik.

Kebutuhan Nutrisi itik fase Finisher

Protein kasar 18%

Energy metabolism 2.900 Kkal/kg

Kalsium 2,7%

Fosfor 0,7%

Vitamin A 4.000 IU

Vitamin D 500 ICU

Vitamin K 0,4 mg

Kebutuhan nutrisi pakan fase finisher di atas semakin variasi. Hal ini di sebapkan bebek mulai dikenalkan pakan hasil formulasi sendiri dan menghilangkan sama sekali pakan komersial. Pakan bebek fase finisher biasanya terdiri dari ikan runcah,menir,bekatul,enceng gondok,keong/remis,dedak,ampas tahu,onggok,nasi aking dll.

Jenis pakan

Dedak 6,57kg

Bekatul 13,14kg

Ampas tahu 6,57kg

Enceng gondok 6,57kg

Keong/remis 6,57kg

Onggok 6,57kg

Ikan runcah 6,57kg

Kebutuhan pakan untuk 500 ekor bebek fase finisher sebanyak 115 kg/hari yaitu, sebanyak 46kg pada pagi hari dan sebanyak 69 kg pada sore hari. Demikian sekilas tentang makanan atau pakan bebek.

(sumber: bebeklampung.blogspot.com)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Info : Sakit Jantung dan Ginjal Sembuh Dengan Daun Sukun

Manfaat Daun Sukun Untuk Pengobatan Jantung dan Ginjal

Suatu hari di bulan oktober. Seorang wanita -sebut saja  linawati-  tergolek tak berdaya di salah satu kamar RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat. “Hanya mukzijat yang bisa menyembukan saya,” katanya pasrah kepada kerabat yang datang menjenguknya. Baginya kelainan jantung dan malfungsi ginjal yang diderita saat itu akan mengantar ke gerbang maut.

Rasa nyeri di dada dan kadang di lengan memang sudah lama dirasakan. Jantung berdebar cepat disertai napas sehabis bekerja berat, ia tak peduli, lantaran “cukup minum air hangat sambil mengurangi aktivitas, rasa sakit biasanya segera hilang “ jelasnya.

Namun, dari hari ke hari, rasa sakit makin menjadi. Bobot badan terus turun, dari sekitar 55 kg menjadi 47 – 48 kg. Ia pun sering merasa gelisah, badan cepat lelah, lesu dan wajah pucat. Ujung-ujung jari sering terasa dingin dan tampak kebiruan. Puncaknya, ia tergolek lemas di ranjang rumah sakit setelah muntah-muntah dan sesak napas.

Dokter yang memeriksa akhirnya memvonis, klep jantung bermasalah. “ Posisi katup jantung tak rapat, “ jelasnya seusai memeriksa secara intensif. Akibatnya, jantung tak mampu bekerja optimal . Aliran darah dari dan ke paru-paru serta bagian tubuh lain tak lancar dan menumpuk di beberapa tempat.

Penumpukan darah juga menyebabkan fungsi ginjal terganggu. Tak heran jika wanita berusia 70 tahun itu sakit pinggang. Buang air kecil pun lama-lama terasa menyiksa.

Dari gejala yang dirasakan penderita, dr.Setiawan Dalimartha, pakar obat tradisional menduga, sumber masalah pada pembuluh nadi koroner. “Pada usia diatas 40 tahun, orang berisiko mengalami penyempitan pembuluh nadi koroner akibat pola makan tidak teratur. “ Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan menumpuk di seluruh tubuh hingga terjadi pembengkakan. Pembengkakan pada pembuluh jantung akhirnya mendorong katup jantung hingga posisinya tidak rapat.

Vonis dokter itu benar-benar menghantui pikiran. Betapa tidak, penyakit jantung dan ginjal yang sering menjadi pembunuh kini dialaminya. Selain itu, “Gaji saya tidak cukup untuk membiayai pengobatan, “ paparnya. Oleh karena itu meski belum sembuh total, ia meminta dirawat jalan saja.

Lima hari opname, wanita kelahiran sukabumi itu diizinkan pulang. Namun dokter mewanti-wanti agar ia mengurangi aktivitas dan beristirahat total. Ia terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan.

Selama 2 minggu mengkonsumsi obat dokter, belum ada perubahan berarti.  Ny. Kusnadi yang datang menjenguk membawakan daun sukun dan menyarankan minum air rebusannya. “Minumnya 2 jam setelah menelan obat dokter, “ jelasnya.

Menurutnya  obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati klep jantung bocor adalah Daun Sukun.

Karena ingin sembuh, Linawati mencoba saran tersebut. Apalagi menurut rekannya, banyak yang merasakan khasiat daun sukun. Sejak itulah ia rajin memburu daun sukun. Bahkan halaman rumahnya hampir tak pernah sepi dari hamparan daun sukun yang dijemur.

Wanita yang masih lajang ini memilih daun sukun tua  yang masih menempel di pohon. Sebab, “Kadar zat kimia berkhasiatnya sudah maksimal, “ Lanjutnya.

Linawati menggunakan daun sukun untuk mengobati klep jantung bocornya dengan menggunakan resep berikut;

 Bahan : Daun sukun …… 1 lembar

 Cara meramu:

Daun sukun tua dicuci bersih lalu dijemur utuh hingga kering, kemudian disobek-sobek menjadi potongan lebih kecil lalu  direbus dengan 5 gelas air. Ketika air tinggal separuhnya, tambah air lagi hingga mencapai volume 5 gelas. Setelah mendidih, ramuan diangkat dan disaring.

 Aturan pakai :

Air rebusan berwarna merah seperti air teh itulah yang diminum setiap hari.  Air rebusan hari itu harus habis hari itu juga. Tidak bisa disisakan untuk esok hari

Sebulan setelah mengkonsumsi rebusan daun sukun, badan menjadi lebih segar dan urine makin lancar. Dadanya pun mulai terasa plong, tak ada lagi keluhan sakit. Oleh karena itu konsumsi ramuan itu dilanjutkan. Setelah mengkonsumsi  godokan daun sukun, ia sudah merasakan kesembuhan total. Hasil pemeriksaan menunjukan jantung  dan ginjalnya tak lagi bermasalah, malah, ia diijinkan beraktivitas seperti semula.  Oleh karena itu ia kembali aktif bekerja sebagai pustakawati  di sekolahnya.

(Dari berbagai sumber)

Kini bila anda sulit menemukan daun sukun, telah tersedia dalam bentuk,

Kapsul Ekstrak Daun Sukun

Khasiat dan Kegunaannya, dapat mengobati:

 -  Liver

-  Diabetes

 -  Hepatitis

 -  Sakit Gigi

 -  Alergi dan Gatal-gatal

 -  Pembesaran Limpa

 -  Jantung dan Ginjal

 -  Serta menurunkan kadar kolesterol

Harga RP 75.000,-/botol

Isi 50 butir ( beli 3 botol bebas ongkos kirim)

Anda dapat menghubungi No. Hp 085 203 895 994

Kapsul Daun Sukun

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menjadi Miliarder dari Ternak Bebek

peternakan-bebek

Beternak bebek sebenarnya selalu dalam siklus yang menguntungkan. Dari telur bisa ditetaskan, dari anak bebek betina bisa dikembangkan untuk bebek produksi atau petelur. Untuk anak bebek jantan, bisa dibesarkan menjadi bebek pedaging. Sedangkan telur yang tidak bisa ditetaskan, bisa diolah menjadi telur asin.

Itik atau lebih dikenal dengan nama Bebek—nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara yang disebut itik liar (Anas Moscha). Kemudian terus menerus dijinakkan oleh manusia, sehingga menjadi hewan ternak yang disebut Anas Domesticus. Untuk Bebek lokal Indonesia disebut Indian Runner (Anas Javanico).

Berdasarkan daya adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya, bebek mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda pada setiap daerah di Indonesia. Di antara bebek lokal unggul dan cukup populer di tengah masyarakat adalah Itik Mojosari. Secara fisik, bentuk itik Mojosari relatif lebih kecil dibandingkan dengan itik petelur lokal lainnya, warna bulu kemerahan dengan variasi cokelat, hitam, putih, serta paruh dan kaki berwarna hitam.

Dan sentra Itik Mojosari itu terletak di desa Modopuro. Di desa ini, tidak ada anggota masyarakat yang menganggur. Semuanya hidup dari itik. Baik pemeliharaan itik, pembuatan telur asin, penjualan bebek goreng, serta pembuatan bebek asap. Bahkan, salah satu dusunnya bernama “Bebekan” berasal dari kata “Bebek”.

Menurut Ibu Suhartatik, bendara Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) Jawa Timur yang tinggal di Modopuro, beternak bebek itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau kita tahu cara pemeliharaannya dan mengetahui pakan yang berkualitas serta ekonomis. Dan susah, kalau kita hanya mengharapkan keuntungan, tanpa mengetahui teknis pemeliharaannya.

Ibu Suhartatik telah menggeluti ternak bebek ini sejak tahun 1970-an. Dan baru pada tanggal 15 Juni 1998, mendirikan kelompok ternak Itik “Lestari Sejahtera”, yang beranggotakan 37 orang. Pada tahun 2003, ia mewakili Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) desa Modupuro, dan meraih peringkat terbaik di tingkat Nasional.

Sejak tahun 2000-2004, usaha ibu Suhartatik mendapat pinjaman modal dari bank Jatim dalam program “Pundi Kencana” sebesar 5-30 juta. Usahanya pun terus berkembang. Saat ini, ia telah menembangkan ternak bebeknya secara terpadu. Baik dari bebek produksi/petelur, penetasan telur bebek, induk bebek siap telur, telur asin, pembesaran pejantan/pedaging, bahkan sampai pada jual beli pakan ternak.

Mempersiapkan Pakan Bebek

Untuk bebek produksi, ketua kelompok “Lestari Sejahtera” ini memelihara sekitar 4.000 ekor bebek. Dengan kapasitas produksi 70-80 persen sehari, setidaknya 2.800-3.600 butir telur dihasilkan. Dengan harga Rp 1.400 per butir, dalam sehari berarti terkumpul dana 4-5 juta rupiah. Dalam sebulan, omzet untuk bebek petelurnya mencapai 120-150 juta rupiah.

Untuk usaha penetasan telur, dalam tiga hari sekali, usahanya telah mampu memproduksi 15 kotak atau setara dengan 3.500 ekor bibit bebek. Dengan harga jual Rp 4.300 untuk bibit betina, maka dalam tiga hari pemasukan dananya sebesar 15 juta rupiah. Dalam sebulan, berarti omzetnya mencapai 150 juta rupiah.

Sedangkan untuk bebek pejantan/pedaging, ibu Suhartatik lebih memilih bisnis jual beli saja daripada membesarkan. Dalam waktu seminggu, ia mampu menjual 2.200 ekor bebek pedaging. Dengan harga jual Rp 28.000 per ekor, berarti perputaran modalnya mencapai 61 juta rupiah. Dalam sebulan, total omzetnya sekitar 246 juta rupiah.

Belum lagi pemasukan dari usaha telur asin, induk bebek siap telur, bebek segala umur, dan penjualan berbagai jenis pakan ternak bebek. Ia mengaku, dalam sebulan, omzetnya bisa mencapai 1 miliar rupiah. Sebuah angka yang cukup fantastis, untuk pengusaha ternak yang hidup di pedesaan.

Kini, Pemkab Mojokerto telah mendirikan kios penjualan ternak itik dan telur asin di desa tersebut. Selain itu, Desa Modopuro sering mewakili Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur dalam pameran-pameran produk unggulan. Karena memang, Itik Mojosari ini sudah menjadi ikon Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh itik Mojosari, maka tak mengherankan kalau itik di daerah ini menjadi objek uji coba untuk pengembangan itik lokal. Sejak tahun 1996, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor telah melakukannya.

Tidak hanya itu, tempat ini juga sering menjadi tempat penelitian mahasiswa jurusan peternakan dari beberapa Universitas ternama negeri ini, seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Udaya Bali, dan beberapa Universitas lainnya.

Misalnya, skripsi dari Idris Prahoro, mahasiswa angkatan 2001 Universitas Muhammadiyah Malang ini, mengambil judul Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Desinfektan pada Telur Tetas Itik Mojosari terhadap Fertilitas, Daya Hidup Embrio, dan Daya Tetas.

Dan juga M. Dewantari, dari Jurusan Produksi Ternak, Universitas Udayana, yang mengadakan penelitian berjudul Kelenturan Fenotipik Sifat-Sifat Reproduksi Itik Mojosari, Tegal, dan Persilangan Tegal-Mojosari sebagai Respons terhadap Aflatoksin dalam Ransum

Aktivitas Tiap Pagi

Secara nasional, ternak bebek menyumbang 22 persen dari total produksi telur nasional, dan 1,5 persen dari total produksi daging unggas nasional. Berdasarkan Rencana Strategis Departemen Pertanian 2010-2014, ternak bebek diharapkan bisa naik 3,71 persen. Dari 29 ribu ton produksi di tahun 2010, menjadi 33 ribu ton di tahun 2014. Dan Jawa Timur ditargetkan mengalami kenaikan produksi dari 1,408 ton di tahun 2010, menjadi 1,476 ton di tahun 2014.

Dengan demikian, lima tahun ke depan, empat target utama kementerian Pertanian bisa direalisasikan. Yaitu pertama, pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan. Kedua, peningkatan diversifikasi pangan. Ketiga, peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor. Dan keempat, peningkatan kesejahteraan petani.

Keuntungan Beternak Bebek

Sampai saat ini, budidaya bebek masih menjadi pilihan daripada memelihara unggas lainnya. Karena, bebek memiliki daya tahan yang cukup tinggi dari serangan penyakit, termasuk flu burung. Ini tak terlepas dari faktor bawaan (carrier) bebek yang memang memiliki kekebalan terhadap serangan virus tersebut.

Di samping itu, budidaya bebek juga memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dari segi pemeliharaan, beternak bebek memang lebih mudah dibandingkan dengan beternak ayam. Di samping kegiatan yang dilakukan lebih sedikit, beternak bebek juga tidak dipusingkan dengan jadwal vaksin yang harus dilakukan terhadap unggas.

Kedua, dari segi pakan, banyak bahan yang bisa dijadikan pakan campuran dengan konsentrat. Seperti katul, jagung, karak nasi, roti kadaluwarsa, krupuk kadaluwarsa, menir, dan lain-lain. Tidak mengherankan, kalau ransum di satu daerah peternakan, berbeda dengan daerah lainnya. Justru, kejelian strategi mengolah pakan potensial setempat, akan sangat menguntungkan peternak.

Di sekitar peternak bebek di daerah Mojosari, beredar pakan yang dinamakan Kebi dengan berbagai macam jenis dan kualitasnya. Yaitu, pakan campuran sumber kalori, yang terdiri dari menir, katul, gaplek, roti kadaluwarsa, karak nasi, dan lain-lain.

Ketiga, usaha peternakan bebek biasanya ditujukan untuk bebek petelur. Namun, peluang bebek pedaging dari anak bebek jantan juga masih cukup bagus. Dari segi harga, bibit bebek jantan lebih murah dibandingkan bebek betina. Di samping itu, masa pemeliharaannya pun cukup singkat, yaitu hanya 40-50 hari.

Keempat, untuk telur bebek yang tidak bisa ditetaskan, bisa diolah menjadi telur asin—baik dijual mentah atau sudah diolah. Dengan demikian, pebisnis bisa mengambil bagian pembuatan telur asin sebagai fokus usaha.

Kelima, untuk bebek betina yang telah lewat masa produksinya (bebek apkiran), bisa dijual sebagai pedaging. Bisa dibilang, beternak bebek merupakan satu-satunya bisnis yang tidak menyisakan sampah. Semua unsurnya bernilai ekonomis, dan bisa dikembangkan secara terpisah maupun dikelola secara terpadu dan terintegrasi (integrated).

(Sumber: Kompas)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengalaman Beternak Bebek Peking

Bebek Peking merupakan bebek unggulan untuk dikembangkan, bebek ini bukan berasal dari Indonesia, akan tetapi habitat dan ekosistem di Indonesia sangat cocok untuk pengembangan bebek peking.

Kualifikasi jenis hasil dari usaha budidaya bebek peking, adalah berupa; telur, DOD (day old chick), dan daging. Permintaan anak bebek peking (DOD) cukup tinggi tetapi tidak diimbangi dengan persediaan telur yang memadai. Kebutuhan konsumsi daging bebek peking di beberapa kota besar di Indonesia cukup tinggi pula.

Berikut ada pengalaman dari peternak bebek peking yang sangat berharga dan menyenangkan, berbagi pengalaman menuju secercah harapan.

‘’Pada bulan Agustus 2010, saya membeli DOD bebek peking 5 ekor (4 ekor betina : 1 ekor jantan). Setelah 6 bulan kemudian, mencoba menetaskan telur – telurnya dan alhamdulilah 90% menetas, dari 120 telur yang ditetaskan, sebanyak 108 telur menetas. Kemudian dipilih untuk menjadi indukan sebanyak 30 ekor (24 betina : 6 jantan)’’.

Telur Bebek Peking

Bebek peking mulai bertelur pada umur 6 bulan, untuk dapat ditetaskan minimal umur bebek peking berumur 9 bulan. Harga jual telur fertil Rp. 3000,00 per butir, 3 kali lipat lebih tinggi dibanding harga telur bebek biasa, akan tetapi stok telur bebek peking saat ini masih terbatas. Hal ini dibuktikan dengan minimnya/bahkan sama sekali tidak ada stok telur bebek peking di pasaran.

Kondisi tersebut merupakan peluang bisnis yang sangat menguntungkan, asumsi jumlah bebek peking 5 ekor (4 ekor betina : 1 ekor jantan), penjualan telur dilakukan per 10 hari, berikut analisa usaha penetasan telur bebek peking.(sumber: sinartani.com)

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Cara Membuat Kandang Bebek/Itik (Pedaging)

Untuk membuat kandang bebek atau itik, perlu memperhatikan rambu-rambunya agar beternak itik/bebek bisa maksimal hasilnya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang itik/bebek:

  • Cahaya matahari secara tidak langsung harus masuk ke dalam kandang.
  • Kandang itik membujur dengan arah timur-barat, posisi ini akan mencegah masuknya sinar matahari sepanjang hari yang akan menyebabkan suhu kandang menjadi panas.
  • Itik memerlukan ruang gerak yang cukup besar, lebih besar daripada ayam, karena itik/bebek mudah kaget, jadi perlu ada ruang agak besar agar bebek bisa berlari. 2 ekor itik perlu kandang 1 meter persegi.
  • Tinggi kandang minimal 2 meter, agar sirkulasi udara cukup. Dan agar tidak susah membersihkan kandang/tidak perlu jongkok.
  • Sebaiknya sisi kandang terbuka, artinya tidak terbuat dari bahan tembok atau bahan lain yang menutupi. Tutupi dengan kawat bagian sisinya. 60 cm ke atas dari tanah, baru pakai dinding, lebih baik pakai tembok agar bisa menahan pantulan panas dari tanah. Pada saat bebek masih kecil dan belum tahan dingin, sekitar kandang ditutupi plastik/karung.(Dari berbagai sumber)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ternak Bebek Beromzet Puluhan Juta

Krisis moneter tahun 1998 ternyata menjadi tonggak baru dalam sejarah kehidupan Nasib Budiono, peternak itik/bebek asal Dusun Gedang, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

”Sebelum membuka usaha ternak sendiri, saya ikut Pak Suwardi. Selama 12 tahun saya bekerja di peternakan milik beliau dan banyak belajar tentang bagaimana beternak bebek secara baik dan benar,” kata Nasib Budiono.

Selama bekerja di peternakan milik tetangganya itu, Nasib tidak semata-mata mengharapkan imbalan uang alias gaji. Dia rupanya menimba ilmu beternak itik/bebek. ”Yang penting ilmunya, bukan berapa saya dibayar,” katanya.

Gonjang-ganjing krisis moneter tahun 1998 berdampak pada kehancuran ekonomi, termasuk gulung tikarnya sejumlah usaha kecil peternakan bebek. ”Setelah tidak bekerja di peternakan Pak Suwardi, saya mencoba usaha sendiri,” katanya.

Bermodalkan Rp 5 juta, Nasib membeli 3.000 itik. Saat memulai usaha peternakan itik/bebek, Nasib memeliharanya dengan cara tradisional. Bebek-bebeknya dibiarkan mencari makan di sungai kecil dan sawah. Alasannya, tidak cukup modal untuk membeli pakan ternak yang kala itu sangat mahal. ”Saya angon sendiri ke sungai dan sawah,” katanya.

Seiring dengan berputarnya waktu, hasil usahanya berkembang pesat. Saat ini setidaknya ada 9.000 bebek di kandang miliknya dan 25.000-30.000 bebek di kandang milik mitra kerjanya, yang tersebar di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Ketekunan, keuletan, dan kehati-hatian dalam menjalankan usaha ternaknya tak ayal mengantarkan Nasib menjadi peternak itik/bebek yang berhasil. Kehidupan keluarganya pun kini jauh lebih baik. ”Alhamdulillah, dari usaha ternak itik, saya bisa membeli rumah, tanah, sepeda motor, dan mobil. Namun yang penting dalam hidup ini, saya bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya.

Peternak binaan

Omzet hasil ternaknya saat ini berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan. Omzet sebesar itu belum termasuk hasil ternak dari 32 mitra usaha yang dia modali di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dan di Kepanjen, Malang. Peternakan itik miliknya dengan lima karyawan menyediakan bibit itik/bebek untuk para mitranya.

Selain di desa tempat kelahirannya, kata Nasib menjelaskan, dia juga punya usaha ternak binaan di Kepanjen, Malang, yang mulai dikembangkan tahun 2003. ”Sekarang ini ada 15 peternak binaan saya yang saya modali dengan bibit itik untuk dibesarkan,” tutur Nasib seraya menekankan bahwa dia selalu mengedepankan kejujuran dan kepercayaan bagi para mitranya.

Soal penetasan telur, Nasib mengaku memiliki 35 oven penetasan yang keseluruhannya mampu menghasilkan lebih kurang 10.000 anak itik. Harga setiap itik (anak bebek) Rp 3.200 untuk pejantan dan Rp 5.000 untuk betina. ”Setiap hari rata-rata 2.500 bibit itik saya kirim ke Samarinda dan Tarakan, Kalimantan Timur. Sebagian lainnya ke Makassar, Malang, dan Tulungagung. Kalau untuk bebek potong, lebih kurang 500 ekor per hari,” katanya.

Usaha yang digeluti Nasib tidak hanya pembibitan itik dari proses penetasan oven, tetapi juga bebek potong dan bebek siap telur. ”Khusus untuk telur bebek, setiap hari saya bisa mengirim 9.000 butir untuk konsumsi, pembibitan, dan pabrik mi serta kerupuk,” katanya.

Nasib, yang sejak berusia 2 tahun sudah yatim piatu karena orangtuanya (Madilan-Rukemi) meninggal, adalah potret anak keluarga miskin tetapi berhasil menggapai kehidupan layak dari beternak itik/bebek. ”Mbakyu saya, Ngatining, yang membiayai sekolah saya sampai SMP. Karena tidak ada biaya untuk melanjutkan (sekolah), ya saya mau tidak mau harus mencari pekerjaan untuk hidup,” tuturnya.

Sebagai peternak itik/bebek, Nasib hanya berharap pemerintah memerhatikan harga pakan ternak yang kini cenderung naik dan mahal. ”Sekarang pakan ternak kosentrat 144 harganya Rp 290.000 per sak, katul Rp 2.500 per kilogram, dan kepala udang Rp 150.000 per blong,” keluhnya.

Sebagai peternak itik/bebek yang terbilang sukses, Nasib tetap bersahaja dalam melakoni hidup. Jika ada waktu senggang, dia tak segan dan malu angon bebek ke sungai yang berada di belakang rumahnya. ”Sesekali saya masih angon bebek, dan di sungai ini saya dahulu memulai beternak itik serta memeliharanya sendiri,” katanya sembari menunjuk puluhan bebek yang berlarian.

Kerinduan masa lalu saat angon itik dan melakoninya kembali tatkala dirinya sudah menapaki kesuksesan sebagai peternak tidak melarutkan Nasib dalam gemerlap kehidupan. ”Saya orangnya dari dahulu ya seperti ini, masih suka angon bebek,” katanya.

Selama 13 tahun menjalankan usaha ternak itik/bebek, Nasib mengaku lancar-lancar saja. Walaupun demikian, kasus flu burung yang mencuat sekitar tahun 2004 berdampak pada penurunan omzet. ”Alhamdulillah, sampai sekarang ini aman-aman saja dan tidak ada ternak saya yang terserang flu burung. Namun, saat marak kasus flu burung, pengiriman itik dan telur bebek ke beberapa daerah, termasuk Bali, sempat tertunda. Hal ini berdampak pada penurunan omzet sampai 50 persen,” tuturnya.

Menyoalkan dampak anomali cuaca terhadap pemeliharaan ternak itik/bebek, Nasib mengatakan, hal itu tak banyak berpengaruh. Namun, dia mengakui, produksi telur bebek menurun. ”Cuaca mendung, hujan, dan dingin bisa membuat produksi telur bebek turun sampai 60-70 persen,” katanya.

Sebagai orangtua yang hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SMP, dia termotivasi untuk lebih memerhatikan masa depan dan pendidikan anak-anaknya. Dia ingin anak-anaknya menjadi orang yang sukses dengan keilmuannya. ”Saya ingin anak saya sukses dan kuliah peternakan serta mengerti nutrisi. Apakah nanti mau jadi peternak seperti bapaknya, saya tak tahu. Kalaupun memilih jadi peternak, mereka bisa mengamalkan ilmu nutrisi yang diperoleh dari kuliah,” kata Nasib.(kompas.com)

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Pakan Bebek Murah Berprotein Tinggi

Bagi yang menjalankan usaha budidaya bebek potong, maka pakan memegang peranan penting.

Masalahnya adalah bagaimana dengan pakan yang kita berikan, pada saat panen bobot bebek potong sesuai dengan permintaan pasar, biasanya permintaan berkisar pada 1,2 kg s/d 1,5 kg.

Para peternak bebek (daerah Bogor) umumnya memberi pakan yang ad libitum (terus menerus) dalam arti ketika pakan habis maka perlu diisi kembali. Tidak diberikan dengan menggunakan jadwal, semisal 2 atau 3 kali sehari.

Pakan bisa diusahakan yang mengandung protein tinggi,  ini bisa dilakukan dengan cara membuat ramuan sendiri, tapi pakan ramuan ini diberikan setelah bebek memasuki umur 20 hari, sebelum memasuki umur 20 hari diberi makanan yang lebih halus.

Untuk ramuan bebek yang berumur 20 hari, rata – rata peternak bebek potong menggunakan nasi aking, tepung bulu, dan pakan jadi (buatan pabrik) yang kemudian dicampur menjadi satu tentu saja dengan takaran yang sesuai. Dengan pakan tersebut, rata – rata peternak ketika waktu panen mampu menghasilkan bobot bebek yang sesuai dengan permintaan pasar.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar